Bisnis? Saya Tidak Tegaan
Ada salah seorang kerabat yang mengeluh dengan penghasilannya yang menurun sementara kebutuhan hidup terus naik. Jenjang pendidikan anak yang lebih tinggi semakin menguras isi kantongnya. Saran saya mungkin sudah bisa Anda tebak, cari penghasilan tambahan, misalnya dengan bisnis. Betulkan? Satu-satunya obat tidak punya uang ialah mencari uang.
Namun apa jawabannya?
“Bisnis? Ah saya tidak tegaan.”
Dari perkataan ini, saya menangkap sebuah persepsi bahwa yang namanya pebisnis adalah orang yang tegaan. Jika dikembangkan lagi, ada persepsi kalau bisnis itu adalah perbuatan mendzolimi orang lain untuk mendapatkan uang. Mungkin, ini adalah salah satu persepsi masyarakat tentang bisnis.
Saya akui, ada orang yang mengatasnamakan bisnis tetapi sebenarnya menipu. Sebenarnya mereka bukanlah pebisnis, tetapi mereka adalah penipu yang menggunakan kedok bisnis. Pebisnis dengan penipu adalah orang yang berbeda, tidak bisa disama ratakan.
Dari pengamatan saya ada juga persepsi lain tentang bisnis yang mengatakan bahwa bisnis itu adalah bagaimana cara mendapatkan uang dari orang lain. Ini adalah persepsi benar tetapi tidak lengkap. Namun pemahaman tidak lengkap ini bisa juga membuat seseorang enggan untuk berbisnis.
Persepsi ini bisa dilihat dari anggapan orang yang selalu curiga kepada para pebisnis. “Hanya mencari uang” katanya. Saat dia mendapatkan tawaran, dalam pikirannya hanya satu, “Ah dia hanya menginginkan uang dari saya.” Karena dia menganggap pebisnis “hanya mencari uang”, maka dia sendiri akan enggan untuk berbisnis. Dia takut dianggap seperti itu juga.
Marilah kita luruskan persepsi ini. Adalah benar yang namanya pebisnis adalah mencari uang. Namun pebisnis bukan penipu atau perampok yang memaksa pelanggan untuk memberikan uang. Pebisnis adalah orang yang mencari uang dengan cara menukarkannya dengan sebuah manfaat atau nilai. Jadi, apa yang salah?
Bahkan, banyak pebisnis (termasuk saya) yang memiliki prinsip memberikan nilai melebihi nilai rupiah yang terimanya. Karena nilai atau manfaat yang saya berikan lebih besar dari rupiah yang saya terima, maka sedikit pun saya tidak ragu untuk menawarkan produk dan jasa saya kepada siapa pun. Karena saya memberi lebih.
Jadi, jika Anda tidak mau disebut raja tega, berikan manfaat yang besar kepada pelanggan. Jadikan pelanggan Anda berterima kasih kepada Anda sambil memberikan uangnya kepada Anda. OK? Mari kita berbisnis.
Jika posting ini bermanfaat untuk Anda, saya yakin akan bermanfaat untuk pembaca blog atau website Anda. Silahkan pasang link terhadap posting ini. Berikut adalah kode html-nya












makasih pak atas emailnya ,saya yakin saya akan sukses dan bangkit dari kata gagal
Saya suka cara Anda meyakinkan diri sendiri Mr. Power…